Polisi Timor Leste Tangkap Enam Nelayan Indonesia

Kompas.com - 04/02/2012, 14:02 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Polisi Timor Leste menangkap enam orang nelayan asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Keenam nelayan itu bernama Kaharuddin (30) sebagai nahkoda, dan lima orang anak buah kapal masing-masing bernama Ambotang (55), Seta (55), Tiar (35), Ramsah (25) dan Lagi (25).

Ditangkapnya warga Desa Buhung Pitue, Kecamatan Kepulauan Sembilan setelah meninggalkan kampung halamannya pada 24 Desember 2011 dengan menggunakan KM Masagena 04, menuju laut Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk menangkap ikan.

Setibanya di pulau tersebut, tiba-tiba ombak tinggi menghantam kapal yang ditumpanginya yang memuat satu ton atau 1000 liter bahan bakar minyak jenis solar yang rencananya akan digunakan sebagai keperluan transportasi selama berada di tengah laut.

Naas bagi ke enam nelayan tersebut, saat akan hendak berlindung ke Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur untuk menghindari derasnya ombak, dengan melewati Pulau Timor Leste, tiba-tiba polisi Timor Leste malah menangkapnya dengan dua tuduhan dialamatkan kepada mereka yakni ilegal fishing dan penyelundupan bahan bakar minyak.

Tuduhan itu langsung di bantah keras oleh Raju (40), keluarga korban yang juga sebagai pemilik kapal motor yang membawa keenam nelayan tersebut.

"BBM itu utnuk persiapan bekal mereka selama berada di lautan, bahkan di saat angin barat, nelayan-nelayan disini memilih ke NTT untuk mencari ikan," jelas Raju kepada Kompas.com.

Mendengar kabar keluarga mereka ditangkap, Nuraeni (55) istri Kaharuddin yang merupakan nahkoda kapal, jatuh sakit. Tidak lama kemudian ia meninggal dunia. Keluarga korban berharap pemerintah setempat dapat membebaskan keenam nelayan yang sampai saat ini masih ditahan di Timor Leste.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau